Senin,10 Mei 2010 19:09 WIB

Penulis: otomotifnet.com

Toyota Cressida 1986, Go Cressidrift..!

Foto:

Toyota Cressida 1986, Go Cressidrift..!

OTOMOTIFNET - Melihat Nissan Cefiro, Toyota Corolla DX, Toyota AE86, sampai mobil eksotis seperti Nissan Silvia sudah jamak di ajang drifting. Tetapi Toyota Cressida masih tergolong jarang bukan? Maka menyaksikan salah satu sedan mewah di zamannya ini meliuk mengitari kun jadi kenikmatan tersendiri.

Akan tetapi, di balik semua itu tersimpan evolusi kaki-kaki besar-besaran di kolong besutan andalan Soni Riharto ini. Urusan mesin sih mudah, tinggal ganti yang lebih bertenaga, beres. Namun tantangan terbesar adalah mengubah sistem suspensi agar mumpuni buat menahan bodi roll Cressida yang cukup ekstrem.


Body roll sudah jauh berkurang

Lengan ayun belakang dibengkokkan supaya camber tetap nol

CAMBER NOL

Bisa dikatakan evolusi karena kronologi ubahan kaki-kaki Cressida hitam ini cukup panjang. Diawali dengan melakukan setting kaki-kaki superkaku untuk menjaga bodi tetap lurus. Wajar, karena sedan ini sohor dengan kenyamanannya. Namanya saja sedan mewah, suspensi lembut menjadi karakter terkuatnya.

Maka, ubahan awal kaki-kaki adalah menjadikan suspensi jadi sangat keras. Konstruksi MacPherson di depan ditukar dengan coilover shock custom dengan per yang cukup kaku. Pun demikian dengan suspensi belakang. Posisi dudukan per asli ditinggalkan dan diganti dengan coilover shock custom juga dengan merombak sasis di lengkungan sepatbor.

Hasilnya, jarak main suspensi jadi terlalu sempit. Saat dicoba pada event drifting tahun silam, cukup membuat mobil ini membal setiap kena trek bergelombang. "Seperti kena stopper," ujar Soni, drifter berkacamata minus ini.

Terlebih dengan setting roda dengan camber minus, mobil jadi terlalu liar. Soalnya, karakter pengendalian jadi oversteer. "Padahal sebenarya, setting mobil drifting itu understeer," imbuhnya. Intinya, jika setir mobil dilepas ketika ngedrift, maka larinya kembali lurus.


Tangki aluminium custom berkapasitas 35 liter

Pasang mesin 1JZ-GTE, ruang masih lega

Kebalikan dari analogi mobil drift harus lebih mudah oversteer. Karena kalau mudah oversteer, ketika sudah terjadi drift akan sulit mempertahankannya. Terlalu banyak tenaga, mobil jadi gampang spin out. Jadi, drift initiation benar-benar bergantung pada tarikan rem tangan dan mempertahankan sudut drift dilakukan dengan sliding roda dari tenaga mesin yang besar.

Spontan, setting diubah. Masalah utamanya, mendapatkan camber nol buat suspensi belakang. Suspensi belakang Cressida pakai lengan ayun berbentuk seperti huruf A dengan dua bushing di depan.

Kalau suspensi naik, camber roda cenderung negatif. Hal ini kurang sip ketika mobil ngedrift karena traksi roda tidak maksimal. "Lengan ayun diubah, ditekuk ke bawah sedikit supaya roda tetap lurus ketika suspensi naik," buka Aip Sunarto alias Badung, mekanik bengkel OSS di Kebon Jeruk, Jakbar.

Lantas dudukan buat per belakang Avanza di lengan ayun kembali difungsikan dengan ditambah setelan ketinggian custom. Sokbreker pakai Bilstein buat Kijang dan ditanam pada dudukan yang sudah diubah. Lantas memaksimalkan traksi, trek roda ditambah dengan ganjal adaptor 3 cm.

Suspensi depan tidak banyak berubah, hanya memanjangkan lengan ayun 3,5 cm dan menambah spacer roda 2 cm buat melebarkan jarak pijak. Sedangkan coilover shock custom dari pipa berdiameter 5 cm merupakan perpaduan per Toyota Altis dan cartridge sokbreker Corona Absolut.


Rem tangan khusus, enak buat drift initiation

Setir dapat settingan superangle

Memanjangkan lengan ayun juga berefek pada kemampuan roda membelok. Untuk mendapatkan drift angle maksimum, roda harus bisa ditekuk lebih dalam. Istilah kerennya, superangle. "Sebenarnya ubahannya enggak banyak, hanya memindahkan lubang tie rod di knuckle lebih dalam 3 cm," beber Badung.

Ubahan simpel itu pun kontan bikin tarian Cressida ini kian cantik. Buritan bisa ngesot bebas dengan roda depan belok patah. Gerusan ban pun bikin kepulan asap putih cukup tebal. Kan dapur pacu standar sudah ditinggalkan.

Ruang mesin kini dihuni mesin Toyota 1JZ-GTE 2.500 cc turbo. Memasangnya relatif mudah karena mesin standar pun punya konfigurasi 6 silinder segaris dan ruang mesin sangat lega. Sumber tenaga dikawinkan dengan girboks standar dan gardan LSD Toyota Celica GT4. Go Cressidrift!

Penulis/Foto: Manut / Reza, Manut

EDITOR

advetorials

Selasa,19 Juli 2016 16:45 WIB

KUN 2016 Purbalingga

Selasa,12 Juli 2016 07:15 WIB

KUN 2016 Purwokerto

Top