Rabu, 09 November 2011 14:21 WIB
Tips Kelistrikan

Aki Kering atau Basah, Pilih Yang Mana?


MF tapi air aki tetap diisi sendiri
Untuk keperluan balap banyak yang memilih aki basah. Katanya lebih pasti alias tidak menipu. Soalnya aki kering kerap bermasalah. Ketika asyik balap tiba-tiba mati mendadak. Begitu dicek tahunya setrum abis, padahal baru saja dicharge atau disetrum ulang. 

Namun harus diluruskan dulu pemahaman aki kering dan aki basah. Aki kering atau MF (maintenance free) dimaksud biasanya aki dari pabriknya sudah terisi cairan berupa gel. Padahal aki ini juga sebenarnya basah juga. Kan di dalamnya ada cairan. Tapi, disebutnya aki kering.

Sedangkan aki basah, aki yang airnya dituang sendiri sehabis beli. Bisa aki basah yang transparan atau aki basah yang cairannya tidak terlihat. Pokoknya cairan aki dituang sendiri. 

Seperti yang dituturkan Ibnu Sambodo, mekanik Kawasaki Manual Tech. Kini dia menggunakan aki basah yang cairannya tertutup atau tidak bisa dilihat dari luar. Aki basah model ini juga disebut MF dan oleh orang Indonesia disebut aki kering he..he..he...

Bedanya aki basah MF ini, sehabis mengisi cairan langsung ditutup rapat. Anjurannya tidak bisa lagi diisi ulang, kecuali dipaksa. He..he..he.. apapun bisa kali ya kalau dipaksa.

MAsih menurut Ibnu yang beken dipanggl Pak De, aki MF yang dilengkapi cairan ketika kita membelinya, bisa dipercaya untuk balap. Dia sudah menggunakan sejak lama begitu model ini keluar.


Aki lama, dipercaya namun repot
Meski dilengkapi cairan, tapi bisa bertahan lama. Karena cairannya tidak  muncrat dan membuat karat di sasis. “Paling hanya menguap karena dilengkapi katup. Tidak bahaya dipakai balap,” jelas pria beken disebut begawan 4-tak ini.

Paling penting lagi, gunakan aki yang buatan Jepang. Seperti produksi Yuasa atau GS. Aki MF yang dilengkapi cairan ketika membeli biasanya buatan Yuasa. Kata para penjualnya supaya lebih fresh.   Kayak daging atau buah-buahan aja ya.

Model begini memang bebas dari risiko umur pakai. Pemakaian atau umur aki dihitung sejak dituangkannya cairan. Sehingga dapat dipastikan bebas dari risiko penyimpanan yang lama ketika di toko atau bengkel.  

Selain aki yang MF, di balap masih banyak yang mengandalkan aki basah biasa. Model aki begini kemasannya transparan, sehingga isi air aki bisa dilihat dari luar. Accu model begini disebut sebagai aki konvensional.  

Dianggap lebih pasti dan lebih bandel karena memang aki jadul. Namun risiko air aki muncra ketika motor terjatuh bisa terjadi. Berisiko cairan muncrat ke mana-mana dan bikin karat sasis.  (motorplus-online.com)
Penulis : Aong | Teks Editor : Nurfil | Fotografer : Adib