Sabtu, 02 Juni 2012 11:31 WIB
Tips Mobil

CR-V Club Indonesia (CCI) Jika Kabin Mendadak Panas Dingin

JAKARTA - Pemilik Honda CR-V generasi kedua yang diproduksi medio 2002–2006 ini, perlu mewaspadai jika satu waktu kondisi AC di kabin mobil Anda mendadak terasa panas, namun tak lama kemudian dingin kembali dan terjadi berulang kali.

Pengalaman tak menyenangkan tadi sempat dialami Prasetya Hardhani, salah seorang members CR-V Club Indonesia (CCI), yang juga mendapatkan gejala serupa di CR-V 2006 miliknya.

Menurut cowok yang hobi traveling ini, kondisi sistem pendingin kabin saat itu dalam keadaaan ON, namun tak lama kemudian embusan hawa sejuknya mendadak hilang.

"Padahal setelan AC dalam posisi yang hampir maksimal. Tapi tiba-tiba switch AC yang dalam keadaan ON dengan lampu indikator menyala warna hijau, berubah menjadi OFF dan suhu menjadi panas," kenang pria berkacamata ini (Gbr.1).

Kondisi yang diistilahkan dengan climate control problem ini, terindikasi seperti hanya fan yang menyala. Meskipun tingkat blower fan-nya sudah dinaikkan ke level 2 atau 3, tetap saja tak ada perubahan (Gbr.2). "Terkadang menaikkan level blower ini bisa berhasil, tapi hanya sementara," pungkas Prasetya.

Jika mendapatkan kondisi AC seperti dialami Prasetya tadi, sebaiknya langsung dibawa ke bengkel khusus AC. Sebab tindakan ini harus cepat dilakukan dan tidak bisa ditunda lagi. Sebab bisa menyebabkan kerusakan lebih fatal dan harus mengganti 1 set kontrol AC yang harganya terbilang mahal.

Untuk antisipasi kerusakan fatal, biasanya di bengkel AC hanya dilakukan proses pembersihan. "Utamanya di bagian kontrol AC yang bermasalah tadi," kata Dimas, spesialis AC mobil di Jl. Kesehatan Raya, Bintaro, Jaksel.

Proses pembersihannya memang harus mencopot panel kontrol AC, lantaran yang dibersihkan adalah bagian dalamnya atau di balik panel kontrol AC tadi (Gbr.3). Menurut Dimas, membersihkannya juga mesti hati-hati, karena jika tak teliti malah bisa membuat masalah baru.

"Biasanya disemprot dulu pakai angin kompresor sebentar, dilanjutkan dengan menyemprotkan cairan pembersih. Kemudian dibersihkan lagi pakai kuas kecil, supaya kotoran yang sudah lama menempel mudah rontok," beber Dimas (Gbr.4).

Kalau sudah bersih, kabin pun enggak panas dingin lagi.  (mobil.otomotifnet.com)
Penulis : Anton | Teks Editor : Bagja | Fotografer : Anton